Hubungan Struktur dan Kereaktifan Senyawa Turuan Flavonoid
Hubungan Struktur dan
Kereaktifan Senyawa Turuan Flavonoid
Senyawa flavonoid adalah senyawa polifenol yang
memiliki 15 atom karbon yang tersusun dalam konfigurasi C6-C3-C6 yaitu 2 cincin
aromatik yang dihubungkan oleh 3 atom karbon yang dapat atau tidak dapat
membentuk cincin ketiga. Flavonoid terdapat dalam semua tumbuhan hijau sehingga
dapat ditemukan pada setiap ekstrak tumbuhan. Golongan flavonoid dapat
digambarkan sebagai deretan senyawa C6-C3-C6 yang artinya kerangka karbonnya
terdiri atas 2 gugus C6 (cincin benzena tersubstitusi) disambungkan oleh rantai
alifatik 3 karbon.Tumbuhan yang mengandung flavonoid banyak dipakai dalam
pengobatan tradisional. Hal tersebut disebabkan flavonoid mempunyai berbagai
macam aktivitas terhadap macam-macam organisme. Penelitian farmakologi terhadap
senyawa flavonoid menunjukkan bahwa beberapa senyawa golongan flavonoid
memperlihatkan aktivitas seperti antifungi,diuretik,
anthistamin,antihipertensi, antiinsektida, antivirus dan menghambat kerja
enzim. Flavonoid merupakan kandungan khas tumbuhan hijau dan salah satu senyawa
aktif yang menjadi penelitian peneliti dalam mengembangkan obat tradisional
Indonesia. Hal penting dari penyebaran flavonoid dalam tumbuhan adalah
kecenderungan kuat bahwa tumbuhan yang secara taksonomi berkaitan akan
menghasilkan flavonoid yang jenisnya serupa. Jadi informasi tumbuhan yang
diteliti seringkali didapatkan dengan melihat pustaka mengenai flavonoid
terdahulu dalam tumbuhan yang berkaitan, misalnya dari marga atau suku yang
sama.
Flavonoid
dapat dibagi lagi menjadi subkelompok yang berbeda tergantung pada karbon dari
cincin C di mana cincin B terpasang dan tingkat ketidak jenuhan dan oksidasi
cincin C. Flavonoid di mana cincin B dihubungkan pada posisi 3 cincin C disebut
isoflavon. Yang di mana cincin B dihubungkan pada posisi 4 disebut neoflavonoid,
sedangkan yang di mana cincin B dihubungkan di posisi 2 dapat dibagi lagi
menjadi beberapa subkelompok berdasarkan fitur struktural cincin
C. Subkelompok ini adalah: flavon, flavonol, flavanon, flavanonol,
flavanol atau katekin, antosianin dan chalcone.
1. Flavon
Flavon
adalah salah satu subkelompok penting flavonoid.Flavon banyak terdapat dalam
daun, bunga, dan buah-buahan sebagai glukosida. Seledri, peterseli,
paprika merah, chamomile, mint, dan ginkgo biloba adalah salah satu sumber
utama flavon. Luteolin, apigenin, dan tangeritin termasuk dalam subkelas
flavonoid ini. Kulit buah jeruk kaya akan flavon polymethoxylated,
tageretin, nobiletin dan sinensetin .Mereka memiliki ikatan rangkap antara
posisi 2 dan 3 dan keton di posisi 4 dari cincin C. Sebagian besar flavon
sayuran dan buah-buahan memiliki gugus hidroksil pada posisi 5 cincin A,
sedangkan hidroksilasi pada posisi lain, untuk sebagian besar di posisi 7
cincin A atau 3 ′ dan 4 ring dari cincin B, dapat bervariasi sesuai dengan
klasifikasi taksonomi dari sayuran atau buah tertentu.
2. Flavonol
Dibandingkan
dengan flavon, mereka memiliki gugus hidroksil pada posisi 3 dari cincin C,
yang juga glikosilasi. Sekali lagi, seperti flavon, flavonol juga
sangat beragam dalam pola metilasi dan hidroksilasi, dan, mengingat pola
glikosilasi yang berbeda, mereka mungkin merupakan subkelompok flavonoid yang
paling umum dan terbesar dalam buah-buahan dan sayuran. Misalnya,
quercetin hadir di banyak makanan nabati.
3. Flavanon
Flavanon,
juga disebut dihidroflavon, memiliki cincin C jenuh; oleh karena itu,
tidak seperti flavon, ikatan rangkap antara posisi 2 dan 3 jenuh dan ini adalah
satu-satunya perbedaan struktural antara kedua sub kelompok
flavonoid. Flavanon dapat multi-terhidroksilasi, dan beberapa gugus
hidroksil dapat diglikosilasi dan / atau dimetilasi. Beberapa memiliki
pola substitusi yang unik, misalnya, furanoflavanon, flavanon terprenilasi, piranoflavanon,
atau flavanon benzilasi, memberikan sejumlah besar turunan
tersubstitusi. Selama 15 tahun terakhir, jumlah flavanon yang ditemukan
meningkat secara signifikan.
4. Flavanonol
Flavanonol,
juga disebut dihidroflavonol, adalah turunan 3-hidroksi dari flavanon;mereka
adalah subkelompok yang sangat beragam dan multisubstitusi.
5. Isoflavon
Seperti
yang diperkirakan, isoflavon adalah
subkelompok flavonoid di mana cincin B melekat pada posisi 3 dari cincin
C. Mereka memiliki kesamaan struktural dengan estrogen, seperti estradiol,
dan untuk alasan ini mereka juga disebut fitoestrogen. Neoflavonoid
Mereka memiliki cincin B yang melekat pada posisi 4 dari cincin C.
6. Flavanol
atau flavan-3-ons atau katekin
Flavanol juga
disebut flavan-3-ols karena gugus hidroksil hampir selalu terikat pada posisi 3
cincin C; mereka disebut katekin juga. flavanol memiliki dua
pusat kiral dalam molekul, pada posisi 2 dan 3, kemudian empat kemungkinan
diastereoisomer. Epicatechin adalah isomer dengan
konfigurasi cis dan catechin adalah isomer dengan
konfigurasi trans . Masing-masing konfigurasi ini memiliki dua
stereoisomer, yaitu (+) - epicatechin dan (-) - epicatechin, (+) - catechin dan
(-) - catechin. (+) - Catechin dan (-) - epicatechin adalah dua isomer yang
paling sering ditemukan pada tanaman yang dapat dimakan. Ciri penting lain
dari flavanol ,
khususnya catechin dan epicatechin, adalah kemampuan untuk membentuk polimer,
yang disebut proanthocyanidins atau tanin terkondensasi .Nama
"proanthocyanidins" disebabkan oleh fakta bahwa belahan asam yang
dikatalisis menghasilkan anthocyanidins. Proanthocyanidins biasanya
mengandung 2 hingga 60 monomer flavanol. Flavanol monomer dan oligomer
(mengandung 2 hingga 7 monomer) adalah antioksidan kuat.
7. Antosianidin
Secara
kimia, anthocyanidin adalah kation flavylium dan umumnya hadir
sebagai garam klorida. Mereka adalah satu-satunya kelompok flavonoid yang
memberikan warna tanaman (semua flavonoid lainnya tidak berwarna).
Antosianin adalah glikosida antosianidin . Unit gula
terikat sebagian besar ke posisi 3 dari cincin C dan mereka sering terkonjugasi
dengan asam fenolik, seperti asam ferulic.
Warna anthocyanin tergantung pada pH dan juga oleh metilasi atau
asilasi pada gugus hidroksil pada cincin A dan B.
8. Chalcones
Chalcones
dan dihydrochalcones adalah flavonoid dengan struktur terbuka; mereka
diklasifikasikan sebagai flavonoid karena mereka memiliki jalur sintetis yang
serupa.
Secara struktur flavonoid tersusun dari konfigurasi C6-C3-C6 yakni 2 cincin aromatik serta dihubungkan dengan 3 atom karbon yang dapat atau tidak dapat membentuk cincin ketiga. Berikut adalah struktur dasar dari senyawa Flavonoid
Untuk sistem penomoran pada senyawa
ini dimulai dari cincin C dan A dengan angka biasa dilanjutkan ke cincin B
angka yang "beraksen". Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar
dibawah ini :
Namun untuk golongan khalkon,
penomoran dimulai dari cincin B dengan angka biasa dan selanjutnya kedalam
cincin A dengan angka beraksen, seperti ditunjukkan pada gambar dibawah ini :
Semua Flavonoid menurut strukturnya
merupakan turunan senyawa induk flavon yang terdapat berupa tepung putih pada
tumbuhan. Semua turunan senyawa flovanoid mempunyai sejumlah sifat yang sama.
Menurut Sjamsul Arifin Achmad (1986), Sekitar sepuluh kelas flovanoid dengan
penyebaran dan ciri khasnya atau sifat berbagai penggolongan flovanoid dapat
kita lihat pada gambar berikut :
Daun adam hawa (Rhoeo
discolor) merupakan tanaman yang mudah dijumpai di Indonesia. Pigmen merah dan
pigmen hijau yang
menjadi ciri khas
dari tumbuhan tersebut dihasilkan dari senyawa flavonoid yaitu
antosianin dan pigmen klorofil. Senyawa
yang berperan dalam perubahan warna indikator alami adalah antosianin
yang juga merupakan metabolit sekunder
golongan flavonoid dan
termasuk pigmen yang
larut dalam air
secara alami sehingga memiliki kemampuan untuk
bereaksi baik dengan asam
maupun dengan basa.
Antosianin berwarna merah dalam media asam, dan berubah menjadi ungu
dan biru pada media
basa. Antosianin merupakan senyawa flavonoid yang memiliki gugus
hidroksil yang berperan terhadap sekresi insulin dari sel pankreas, sehingga
memiliki aktivitas hipoglikemik, sedangkan warna merah pada daun.
Adam Hawa (Rhoeo Discolor)
mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder seperti, flavonoid, kalkon, dan
terpenoid . Adam hawa memiliki beberapa kandungan senyawa kimia yang terdapat
didalamnya. Untuk dapat mengatahui Senyawa aktif dalam ekstrak etanol daun adam
hawa dan pucuk merah yang diduga memiliki aktivitas dalam penurunan kadar
glukosa darah salah satunya itu adalah flavonoid. Senyawa aktif dalam ekstrak etanol daun adam hawa dan
pucuk merah yang diduga memiliki aktivitas dalam penurunan kadar glukosa darah
salah satunya adalah flavonoid. Mekanisme flavonoid dalam menurunkan kadar
glukosa darah tikus yaitu dengan merangsang pelepasan insulin pada sel beta
pankreas untuk disekresikan ke dalam darah, selain itu flavonoid juga dapat
mengembalikan sensitivitas reseptor insullin pada sel . Dalam ekstrak etanol
adam hawa mengandung senyawa antosianin yaitu suatu senyawa flavonoid.
Antosianin dapat menghambat peningkatan kadar glukosa darah dan meningkatkan
sensitivitas insulin Antosianin dapat meningkatkan pelepasan adipositokinin
(khususnya adiponektin dan leptin) dan adiposity tikus yang dapat meningkatkan
sensivitas insulin tanpa mengaktivasi PPAR-y (peroxisome proliferator activated
receptor) yang diinduksi lipogenesis .
Link persentasi kelompok : https://youtu.be/3QWiu56omqc
Permasalahan
1. Salah satu pemanfaatan senyawa turunan Flavonoid ialah sebagai antioksidan pada penyakit diabetes melitus, bagaimana efektivitas senyawa turunan Flavonoid itu sendiri dalam mengatasi penyakit Diabetes melitus?
1. Flavonoid
merupakan hal penting dari produk alami khususnya, mereka termasuk dalam kelas
metabolit sekunder tumbuhan yang memiliki struktur polifenol, banyak ditemukan
pada buah-buahan, sayuran dan minuman tertentu. Sebagaimana kita tau bahwa
flavonoid memiliki hubungan Structure-Activity. Bagimana cara memperdiksi
hubungan antar struktur dan aktifitas tersebut?
1.
Dikaktakan bahwa sifat antosianin itu mudah
teroksidasi,lalu bagaimana cara kita agar mempertahankan antosianin tersebut
agar tetap stabil?




Baiklah saya Marwina Apriyanti (A1C119017) Izin menjawab permasalahan nomor 2. Untuk memprediksi hubungan kuantitatif antara struktr aktifitas senyawa flavonoid dapat menggunakan metode semi empiris. Persamaan hubungan kuantitatif antara struktur aktivitas terbaik pada senyawa flovanoid dihasilkan dengan menggunakan metode semi empiris. Persamaan berlaku bila senyawa senyawa flovanoid mesntruktur serta nilai semi antara peraksi dengan eksperimen.
BalasHapusBaiklah saya gadus septyo wulandari dengan nim A1C119026 akan menjawab permasalahan nomor 1. Senyawa aktif dalam ekstrak etanol daun adam hawa dan pucuk merah yang diduga memiliki aktivitas dalam penurunan kadar glukosa darah salah satunya adalah flavonoid. Mekanisme flavonoid dalam menurunkan kadar glukosa darah tikus yaitu dengan merangsang pelepasan insulin pada sel beta pankreas untuk disekresikan ke dalam darah, selain itu flavonoid juga dapat mengembalikan sensitivitas reseptor insullin pada sel .Dalam ekstrak etanol adam hawa mengandung senyawa antosianin yaitu suatu senyawa flavonoid.
BalasHapusbaiklah saya desi anis satriani dengan nim A1C119014 akan mencoba menjawab pertanyaan no 3
BalasHapusUntuk menjaga agar antosianin ini tetap stabil yaitu kita dapat menjaga pH dan temperaturenya yang mana faktor inilah yang paling berpengaruh terhadap warna antosianin. Serta penyimpanan yang baik. oleh sebab itu agar mempertahankan. kestabilan antosianin perlu dibalut dengan menggunakan maltodekstrin.