Postingan

Hubungan Struktur dan Kereaktifan Senyawa Turuan Flavonoid

Gambar
Hubungan Struktur dan Kereaktifan Senyawa Turuan Flavonoid Senyawa flavonoid adalah senyawa polifenol yang memiliki 15 atom karbon yang tersusun dalam konfigurasi C6-C3-C6 yaitu 2 cincin aromatik yang dihubungkan oleh 3 atom karbon yang dapat atau tidak dapat membentuk cincin ketiga. Flavonoid terdapat dalam semua tumbuhan hijau sehingga dapat ditemukan pada setiap ekstrak tumbuhan. Golongan flavonoid dapat digambarkan sebagai deretan senyawa C6-C3-C6 yang artinya kerangka karbonnya terdiri atas 2 gugus C6 (cincin benzena tersubstitusi) disambungkan oleh rantai alifatik 3 karbon.Tumbuhan yang mengandung flavonoid banyak dipakai dalam pengobatan tradisional. Hal tersebut disebabkan flavonoid mempunyai berbagai macam aktivitas terhadap macam-macam organisme. Penelitian farmakologi terhadap senyawa flavonoid menunjukkan bahwa beberapa senyawa golongan flavonoid memperlihatkan aktivitas seperti antifungi,diuretik, anthistamin,antihipertensi, antiinsektida, antivirus dan menghambat kerja ...

Deproteksi Gugus Fungsi Dalam Sintesis Senyawa Organik

Gambar
Deproteksi merupakan suatu keadaan dimana adanya penghilangan atau reduksi suatu gugus pelindung sehingga berubah menjadi suatu gugus fungsi awal. Dalam banyak preparasi senyawa organik, beberapa bagian spesifik pada molekul tidak dapat bertahan pada kondisi reaksi atau pereaksi yang digunakan. Sehingga, bagian tersebut, atau gugus, harus dilindungi. Contohnya, litium aluminium hidrida sangat reaktif namun merupakan pereaksi yang sangat beguna untuk mereduksi  ester  menjadi  alkohol . Pereaksi tersebut akan mudah sekali bereaksi dengan gugus  karbonil , tanpa dapat menseleksi mana gugus karbonil yang seharusnya direduksi. Ketika reduksi ester dibutuhkan namun terdapat gugus karbonil lainnya dalam molekul target, penyerangan hidrida pada gugus karbonil tersebut harus dicegah. Misalnya, karbonil tersebut diubah ke dalam gugus asetal, yang tidak bereaksi dengan hidrida. Asetal tersebut kemudian disebut sebagai gugus pelindung bagi karbonil. Setelah tahapan yang memerlu...

Proteksi Gugus Fungsi dalam Sintesis Senyawa Organik

Gambar
Kita tahu bahwa pelindung adalah gugus fungsi yang digunakan untuk melindungi gugus tertentu agar tidak bereaksi dengan reagen atau pelarut selama sintesis kimia. Nah, gugus pelindung ditambahkan ke molekul melalui modifikasi kimia gugus fungsi untuk mencapai kemoselektivitas dalam reaksi kimia berikutnya. Gugus pelindung ini memainkan peran penting dalam sintesis multi-tahap organik. Dan kemoselektifitas itu sendiri dapat salah satu gugus fungsi dari dua gugus pada suatu molekul bereaksi, sehingga reaksi kemoselektif ini akan terjadi pada reagen, dimana reagen hanya bereaksi dengan gugus fungsi tertentu yang diperlukan hanya mementaskan atau menghasilkan suatu produk dengan stereokimia tertentu. Gugus pelindung dipasang sementara untuk mengurangi aktivitas sehingga gugus fungsi yang dilindungi tidak bereaksi di bawah kondisi sintetik yang dikenakan pada molekul dalam satu atau lebih langkah berikutnya. Misalnya, amina adalah nukleofil dan bereaksi dengan elektrofi...

Rancangan Sintesis Aspirin Dan Asam Sinamat

Gambar
  A.     Sintesis Aspirin Sebelum kita membahas sintesis aspirin dan mekanismenya, ada baiknya kita memahami apa itu aspirin. Aspirin atau asam asetilsalisilat (asam asetilsalisilat) adalah obat turunan dari salisilat, dan biasa digunakan sebagai analgesik (analgesik atau analgesik ringan), antipiretik (anti demam), dan obat antiinflamasi (radang). Aspirin dibuat dengan campuran asam salisilat dan anhidrida asetat, menggunakan katalis H3PO4 85% sebagai zat penghidrasi. Asam salisilat adalah asam difungsional yang mengandung dua gugus -OH dan -COOH. Oleh karena itu, asam salisilat dapat mengalami dua jenis reaksi yang berbeda, yaitu reaksi asam dan reaksi basa. Bereaksi dengan asetat anhidrida untuk menghasilkan aspirin. Kemurnian aspirin dapat diuji dengan menggunakan besi (III) klorida. Besi (III) bereaksi dengan gugus fenol membentuk kompleks ungu . Lalu kemurnian dari asam aspirin ini juga dapat kita tentukan dengan uji titik l...

Kontrol Kinetika dan Kontrol Termodinamika dalam Sintesis Senyawa Organik

Gambar
Ketika jalur yang bersaing menghasilkan produk yang berbeda, kontrol termodinamika atau kinetik dalam reaksi kimia dapat menentukan komposisi campuran produk reaksi dan selektivitas yang dipengaruhi oleh kondisi reaksi. kondisi seperti suhu, tekanan atau pengaruh media reaksi; oleh karena itu, kontrol termodinamika dan kinetik merupakan bagian integral dari reaksi kimia. Kedua kontrol reaksi ini disebut faktor termodinamika dan faktor kinetik, yang dapat digambarkan sebagai berikut: 1. Faktor termodinamika (kestabilan relatif produk) Pada suhu tinggi, reaksi berada di bawah kendali termodinamika (keseimbangan, kondisi reversibel), dan produk utama berada dalam sistem yang lebih stabil. 2. Faktor kinetik (pembentukan produk) Pada suhu rendah, reaksi dikendalikan oleh kinetika (laju, kondisi ireversibel) . Kontrol termodinamika dan kontrol kinetik dalam kimia organik sangat penting karena reaksi kimia akan memberikan petunjuk tentang struktur molekul. Salah satu...