Proteksi Gugus Fungsi dalam Sintesis Senyawa Organik
Kita tahu bahwa pelindung adalah gugus fungsi yang digunakan untuk melindungi gugus tertentu agar tidak bereaksi dengan reagen atau pelarut selama sintesis kimia. Nah, gugus pelindung ditambahkan ke molekul melalui modifikasi kimia gugus fungsi untuk mencapai kemoselektivitas dalam reaksi kimia berikutnya. Gugus pelindung ini memainkan peran penting dalam sintesis multi-tahap organik. Dan kemoselektifitas itu sendiri dapat salah satu gugus fungsi dari dua gugus pada suatu molekul bereaksi, sehingga reaksi kemoselektif ini akan terjadi pada reagen, dimana reagen hanya bereaksi dengan gugus fungsi tertentu yang diperlukan hanya mementaskan atau menghasilkan suatu produk dengan stereokimia tertentu.
Gugus pelindung dipasang sementara untuk mengurangi
aktivitas sehingga gugus fungsi yang dilindungi tidak bereaksi di bawah kondisi
sintetik yang dikenakan pada molekul dalam satu atau lebih langkah
berikutnya. Misalnya, amina adalah nukleofil dan bereaksi dengan
elektrofil, dan gugus amino tidak lagi nukleofilik setelah diubah menjadi
karbamat. Oleh karena itu, melindungi amina sebagai karbamat mendukung
gugus fungsi lain untuk bereaksi secara selektif dengan elektrofil, di mana
karbamat (gugus amino yang dilindungi) tetap utuh. Namun, dua langkah
sintetis tambahan yang diperlukan untuk mencapai perlindungan ini: tindakan
pembentukan antara yang dilindungi setelah selesainya langkah sintetis tambahan
tambahan dan langkah deproteks. Selain itu,
sifat kelompok pelindung harus dipilih dengan cermat untuk memastikan
stabilitas yang memadai di seluruh langkah sintesis perantara. Selain itu,
kondisi untuk langkah proteksi dan deproteksi dan sifat dari gugus pelindung
itu sendiri tidak boleh mengganggu gugus fungsi lain yang ada dalam molekul.
Proteksi melibatkan 3 langkah reaksi, yaitu:
1. Pembentukan suatu turunan yang inert
(Direaksikan dengan gugus proteksi)
2. Menjalankan reaksi yang diinginkan
3. Melepaskan kembali gugus proteksi
Berikut beberapa cara dalam pemilihan gugus
pelindung, diantaranya;
1. Mudah
dimasukkan dan dihilangkan
2. Tahan
terhadap reagen yang akan menyerang gugus fungsional yang tidak terlindungi.
3. Gugus
pelindung seharusnya tidak mengganggu reaksi yang dilakukan sebelum
dihapus.
4. Stabil
dan hanya bereaksi dengan pereaksi khusus untuk mengembalikan gugus fungsi
aslinya.
Berikut ini merupakan tabel yang menunjukkan
beberapa gugus pelindung yang cocok untuk senyawa organik :
Contoh
Aldehida dan Keton. Penambahan Nukleofilik ke C = O
1. Gugus
pelindung digunakan dalam sintesis untuk menutupi sifat kimiawi gugus fungsi
karena mengganggu reaksi lain.
2. Gugus
pelindung yang baik harus mudah dipasang, mudah dilepas dan bereaksi dengan
hasil tinggi, dan lembam terhadap kondisi reaksi yang diperlukan.
Transformasi keseluruhan yang diperlukan adalah
ester menjadi alkohol primer. Ini adalah pengurangan ester, yang membutuhkan
LiAlH4, tetapi itu juga akan mengurangi keton yang tidak kita inginkan. Kita
dapat menghindari masalah ini jika kita mengubah keton menjadi gugus fungsi
yang berbeda terlebih dahulu. Secara konseptual, ini seperti bisa meletakkan
penutup (diperlihatkan di bawah) di atas keton sambil kita melakukan reduksi,
lalu melepas penutupnya.
Pada kenyataannya, "penutup molekuler"
adalah kelompok pelindung. Dalam contoh ini, kami melindungi keton sebagai
asetal (yang merupakan eter dan tidak bereaksi dengan LiAlH4)
Kemudian kita dapat mereduksi ester menjadi alkohol
primer.
Akhirnya kita bisa menghapus grup pelindung:
Secara keseluruhan, ini memberi kita skema lengkap:
Permasalahan
1.
Dalam Sintesis
Senyawa Organik membutuhkan gugus pelindung, apa yang menyebebkan senyawa
organik tersebut tidak dapat melindungi dirinya sendiri pada saat sintesis
kimia berlangsung, dan mengapa demikian?
2.
Berbicara
tentang gugus pelindung dalam sintesis senyawa organik. Bagaimanakah cara agar
dapat menentukan suatu gugus pelindung dapat digunakan dalam suatu reaksi
sintesis?
3.
Pada blog saya
dikatakan bahwa transformasi keseluruhan yang diperlukan adalah ester menjadi
alkohol primer. Ini adalah pengurangan ester, yang membutuhkan LiAlH4, tetapi
itu juga akan mengurangi keton yang tidak kita inginkan.mengapa digunakan
LiAlH4 pada reaksi tersebut?

Baiklah saya Lenny Friskha Tamba dengan NIM A1C119035, izin menjawab permasalahan no.2. Untuk menentukan suatu gugus fungsi pelindung dalam suatu reaksi, maka kita harus melihat dan menganalisis gugus fungsinya, apa yang terdapat pada reaksi tersebut.Karena salah satu syarat gugus pelingdung tersebut dapat bereaksi dengan senyawa pereaksi yang berfungsi untuk mereduksi atau deproteksi gugus fungsi yang ada pada senyawa tersebut. Ada suatu spesifikasi khusus dalam menentukan gugus pelindung, mislanya gugus pelindung untuk senyawa aldehid adalah asetal yang mana asetal inilah reaktif terhadap senyawa elektrofil dan bersifat oksidator
BalasHapusBaiklah saya Marwina Apriyanti (A1C119017) Izin menjawab permasalahan nomor 1. Gugus pelindung merupakan suatu gugus fungsional yang digunakan untuk melindungi gugus tertentu agar tidak turut bereaksi dengan pereaksi atau pelarut selama proses sintesis kimia berlangsung. Suatu senyawa organik tidak dapat melindungi dirinya sendiri pada saat sintesis kimia dikarenakan sifat yang dimiliki senyawa itu sendiri mudah mengalami reaksi sehingga membutuhkan gugus pelindung untuk melindungi gugus tertentu, misalnya, transformasi keseluruhan yang diperlukan ester menjadi alkohol primer yang mana hal ini merupakan pengurangan ester yang membutuhkan LiAlH4 tetapi itu juga akan mengurangi keton yang kita inginkan.
BalasHapusbaiklah saya desi anis satriani dengan nim 014 akan menjawab pertanyaan no 3
BalasHapusHal ini dikarenakan LiAlH4 ini merupakan reduksi yang cocok digunakan untuk mereduksi gugus karbonil, maka ktika direduksi dengan LiAlH4 gugus karbonil pada ketonnya tidak akan terpengaruh melainkan hanya karbonil ester saja yang berubah menjadi alkohol